Mengenal Planet Mars

Mars menjadi benda langit yang menarik perhatian mengenai kemungkinan untuk dapat ditinggali, Mars telah diteliti sejak abad ke-17 dan dua abad kemudian diketahui adanya kemiripan antara Mars dan Bumi. Mars selalu identik dengan warna merah. Kita pasti berpikiran kalau planet ini merupakan planet berwarna merah yang panas dan terik. Tapi tahukah Anda bahwa planet Mars yang terkenal dengan warna merahnya itu ternyata mempunyai langit yang berwarna biru, sama seperti langit yang ada di bumi.

Selama bertahun-tahun kita mengenal planet Mars yang berwarna merah lewat foto-foto yang dirilis NASA tahun 1976. Planet Merah, itulah julukan yang diberikan orang selama puluhan tahun kepada planet Mars. Wahana antariksa menunjukkan foto misterius di Mars yang apabila di “zoom” akan kelihatan seperti ukiran wajah, tengkorak hewan, tengkorak manusia dan patung manusia. Tapi foto tersebut tampaknya perlu identifikasi lebih lanjut. Mars sebagai planet merah dan udaranya yang banyak mengandung karbondioksida menyebabkan kita harus menggunakan alat bantu pernafasan agar bisa berada disana. Begitu juga dengan film-film fiksi ilmiah, yang menunjukkan warna merah pada hampir semua unsur yang terdapat di planet Mars.

Asal muasal planet yang terkenal dengan warna merah ini dikarenakan foto-foto yang dirilis NASA yang menunjukkan warna merah pada hampir setiap unsur di planet itu. Mars juga digambarkan sebagai planet yang tidak ramah dengan badai debu berwarna merah. Karakteristik ini juga telah digambarkan di beberapa film science fiction seperti “total recall” dan “red planet“. Namun ternyata planet merah tersebut tidaklah semerah yang kita bayangkan. Tahun 2004, Departemen JPL NASA merilis foto Mars dengan langit berwarna biru. Foto tersebut diambil oleh wahana spirit rover. NASA memberi keterangan bahwa foto Mars yang berwarna merah diambil pada saat terjadi badai debu disana.

Tahun 1996, NASA dan pemerintah Amerika mengumumkan bahwa Meteorit yang jatuh ke bumi 13.000 tahun lalu (ditemukan tahun 1984) dengan kode Allen Hills (ALH) 84001 sepertinya mengandung bakteri dari Mars. Tapi sejumlah ilmuwan menganggap Meteorit tersebut telah terkontaminasi, penemuan ini kemudian tidak lagi disinggung. NASA tidak berhenti melakukan penelitian, dengan mikroskop elektron resolusi tinggi (teknologi yang belum ada tahun 1996) penemuan ini kembali diperdebatkan. Apabila memang terdapat bakteri di Mars, ini mungkin akan menjadi penemuan sains terbesar abad ini.

Misi Viking tahun 1976 tetap dilanjutkan, tahun 2002 Rovers terpelanting saat akan mendarat di Mars, tahun 2008 Phoenix berhasil mendaratkan ketiga kakinya di permukaan Mars. Dunia kembali menahan nafas mengenai kemungkinan adanya kehidupan selain di Bumi. Setelah 10 bulan melakukan perjalanan, Mei 2008 Phoenix mencapai Mars untuk meneliti kutub utara disana. Memang tidak ada yang mengucapkan “halo” disana, tapi berkat misi ini kita dapat mengetahui adanya kandungan air pada bebatuan di Mars.

Banyak spekulasi yang muncul kenapa pihak NASA menyembunyikan fakta tersebut selama bertahun-tahun. Ada yang mengatakan hal tersebut karena kesalahan teknis, ada juga yang mengatakan foto Mars berwarna merah diambil saat terjadi badai debu di Mars sehingga tampak merah. Pada tanggal 10 Januari 2004, departemen JPL NASA yang bertanggung jawab atas wahana spirit rover menyelenggarakan konferensi pers di Pasadena, California. Pada konferensi itu, mereka menunjukkan sebuah foto Mars terbaru yang diambil oleh wahana spirit, foto Mars dengan langit berwarna biru.

Hal ini tentunya sangat mengejutkan. Pada tahun-tahun sebelumnya, NASA hanya merilis foto Mars dengan langit berwarna merah. Setelah konfrensi pers JPL itu, NASA memberikan alasannya, “Jika pada saat wahana mengambil foto sedang terjadi badai debu di Mars, maka foto akan menjadi merah”.

Dengan pernyataan ini, NASA mengakui bahwa Mars memang memiliki langit berwarna biru seperti bumi. Namun anehnya, mengapa selama ini NASA hanya merilis foto Mars dengan langit merah? Mungkinkah ada sesuatu yang ditutup-tutupi? Dan mengapa baru tahun 2004 NASA mengungkapkan semuanya? Ada yang mengatakan bahwa foto Mars yang menunjukkan langit berwarna biru adalah foto yang mengalami kesalahan filterisasi warna. Dengan kata lain, kesalahan teknis. Namun tidak demikian menurut Richard Hogland dan Mike Bara.

Menurut mereka, dua jam setelah foto pertama dari Viking tiba, seorang teknisi NASA tiba-tiba mendapat perintah dari Administrator NASA, Dr. James Fletcher, untuk menghancurkan semua negatif film yang menunjukkan langit biru pada planet Mars. Gambar-gambar yang lain kemudian diubah menjadi hampir merah total untuk menunjukkan seakan-akan tidak ada kehidupan di Mars.

Menurut buku Richard C Hogland dan Mike Bara, NASA memang sengaja merahasiakan fakta tersebut. Buku tersebut berjudul “Dark Mission: The Secret History of NASA” yang menceritakan bahwa NASA dengan sengaja telah mengubah warna langit pada planet Mars. Sayang sekali, pertanyaan ini belum terjawab hingga sekarang. Namun konon para astronom di teleskop Hubble telah lama mengobservasi bahwa Mars memang memiliki langit berwarna biru. Walaupun begitu, beberapa ilmuwan tetap membela NASA. Menurut mereka, NASA tidak mengubah warna langit. Perbedaan warna terjadi karena proses filterisasi yang tidak sempurna pada wahana penjelajah Mars.

Hal apa yang melatarbelakangi pernyataan NASA, kita tidak tahu apakah NASA ingin mencoba menutupi kenyataan kalau planet Mars itu sama seperti planet bumi yang juga memiliki penghuni atau makhluk yang tinggal di planet tersebut. Mars memiliki langit biru layaknya Bumi, mungkinkah suatu ketika manusia bisa menginjakkan kaki disana dan membangun koloni ?

*disadur dari berbagai sumber, image : hubblesite.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>