About Eyepiece

Q: Apakah yang disebut eyepiece?
A: Eyepiece atau lensa okular adalah lensa yang langsung berhubungan dengan mata kita saat melakukan observasi dengan teleskop.
Q: Ada berapa jenis eyepiece?
A: Menurut diameter tabung konektornya, ada dua – yaitu 1.25 inci (paling umum) dan 2 inci. .
Q: Bagaimana memilih ukurannya?
A: Memilih ukuran atau focal length eyepiece harus dihubungkan dengan teleskop yang anda miliki. Berapa focal length teleskop anda? Seberapa besar pembesaran yang anda butuhkan? Paling ideal anda harus memiliki 3 eyepiece. Contoh, dengan teleskop WO Zenithstar 80mm II ED dengan focal length 545mm, akan ideal bila anda memiliki eyepiece 15mm (36x), 9mm (60x) atau 7mm (78x), dan 4mm (136x). .
Q: Parameter apa yang harus diperhatikan dari sebuah eyepiece?
A: Paling utama adalah ukurannya (lihat atas), kemudian FOV (Field of View), dan Eye Relief. .
Q: Bagaimana membedakan eyepiece menurut Field of View?
A: FOV adalah cakupan bidang gambar yang mampu diperlihatkan eyepiece kepada mata kita. Contoh, tidak semua eyepiecee 20mm sama. Pada design yang umum bernama Plossl, FOV hanya berkisar 50 derajat. Pada eyepiece seri SWAN dari WO, semua memiliki FOV 72 derajat (termasuk yang 20mm) sedang seri UWAN (mengapa lebih mahal) memiliki FOV 82 derajat. Untuk kategori di atas 60 derajat biasa disebut Wide Field, dan di atas 72 derajat disebut Ultra Wide Field. .
Q: Apakah FOV mempengaruhi pembesaran?
A: Tidak. Pembesaran ditentukan focal length (lihat atas), namun lebih besar FOV-nya, lebih nyaman dan mudah kita mengobservasi karena bidang gambar lebih luas. Bayangkan seakan anda sedang menikmati pemandangan di luar rumah, dan anda berdiri tetap 1m dari jendela. Umpamakan jendela bisa diganti ukurannya. Jendela yang pertama memiliki ukuran 60 x 60 cm, dan jendela yang kedua memiliki ukuran 100 x 100 cm. Mana yang lebih nyaman? Tentu yang besar. Demikian halnya dengan eyepiece. .
Q: Berarti sangat penting sekali memilih eyepiece yang tepat, bukankah demikian?
A: Ya. Eyepiece adalah *setengah* dari teleskop anda. Bila anda memiliki teleskop APO yang mahal, kemampuannya tidak akan maksimal bila anda menggunakan eyepiece desain jaman baheula yang hanya memiliki 3-4 elemen lensa. Bila teleskop anda memiliki koreksi warna dan optik yang sangat baik, pastikan eyepiece anda juga memiliki kemampuan serupa. .
Q: Saya menggunakan kacamata. Apakah ada pengaruhnya terhadap pemilihan eyepiece?
A: Ada. Kacamata menambah jarak antara mata dan eyepiece sehingga anda perlu memilih eyepiece dengan eye-relief lebih panjang. Yang nyaman adalah 18-20mm, namun eye-relief sebesar 11mm masih bisa digunakan. .
Q: Apakah kacamata dapat dilepas?
A: Tidak bila mata anda memiliki astigmatism. Kelainan ini akan membuat bintang tampak scattered (pecah). .
Q: Bagaimana memilih ukuran eyepiece berdasarkan obyek yang diamati?
A: Bila ingin mengamati langit secara luas, tidak terpaku pada satu obyek, pilih eyepiece yang akan menghasilkan pembesaran di bawah 30x. Untuk mengamati bulan secara penuh, pembesaran minimal adalah 50x. Pembesaran hingga 140x dapat digunakan untuk melihat detail. Untuk planet besar seperti Jupiter dan Saturnus, pembesaran sebaiknya minimal 80x. Untuk melihat detail permukaan atau cincin Saturnus, pembesaran antara 140x hingga 200x akan sangat menarik (tergantung diameter teleskop). Untuk obyek DSO, pembesaran 50x umumnya cukup karena lemahnya cahaya. Pada beberapa obyek yang agak terang, pembesaran hingga 100x masih baik (contoh M31 atau Galaxy Andromeda). Tentu bila teleskop semakin besar diameternya, semakin tinggi pembesaran ideal yang dapat dicapai. Ideal artinya obyek masih cukup terang dalam pembesaran demikian. Bila anda ingin ‘membelah’ double star, pembesaran minimal adalah 100x. .